Desa Jrakah, Bayan – Suasana semangat gotong-royong sangat terasa dalam kegiatan panen jagung yang berlangsung bersamaan dengan penanaman padi gogo di lahan pertanian Desa Jrakah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, pada Senin (10/11). Acara yang bertepatan dengan Peringatan Hari Pahlawan ini menjadi momen penting bagi Bumdesma Anugerah Pratama Bayan (APB) yang untuk pertama kalinya mengelola dana kegiatan ketahanan pangan. Dalam kesempatan itu, diterjunkan pula alat dan mesin pertanian (alsintan) terbaru berupa combine harvester Merk Niskala 102 milik Bumdesma.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, Kapolres Purworejo beserta Wakapolres, Dandim 0708 Purworejo, OPD terkait, Camat Bayan beserta Forkopimcam, jajaran Bumdesma Anugerah Pratama Bayan (APB), para Kepala Desa di Kecamatan Bayan, serta pendamping desa dan pendamping lokal desa. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan dukungan yang kuat terhadap upaya penguatan ketahanan pangan dan ekonomi petani di wilayah Bayan.
Kegiatan ketahanan pangan, termasuk di dalamnya pengadaan combine harvester didanai dari penyertaan modal desa dari anggaran ketahanan pangan Dana Desa Tahun 2025. Langkah ini menjadi wujud komitmen bersama untuk meningkatkan produktivitas pertanian, menghemat tenaga kerja, serta mewujudkan pertanian yang lebih maju dan modern.
Wakil Bupati Purworejo dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. “Ini adalah wujud nyata dari desa-desa di Kecamatan Bayan mendukung program Presiden Prabowo dalam bidang ketahanan pangan. Apalagi, Bumdesma APB ini menjadi satu-satunya Bumdesma di Purworejo yang mengelola dana ketahanan pangan” katanya.
Sementara itu, Direktur Bumdesma APB, Eko Sofyan Aryadi, menyampaikan bahwa penggunaan teknologi pertanian modern sangat diperlukan di tengah perubahan iklim dan tantangan regenerasi petani.
“Dengan adanya combine ini, waktu panen bisa lebih cepat, kehilangan hasil (losses) bisa ditekan, dan pekerjaan jadi jauh lebih efisien. Harapannya, petani semakin terbantu dan hasil produksi meningkat,” ujarnya.
Selain digunakan untuk mendukung kegiatan ketahanan pangan Bumdesma APB, combine harvester ini juga bisa disewa bagi pihak yang membutuhkan, baik dari desa sekitar maupun petani perseorangan. Bagi yang berminat, dapat langsung menghubungi pengelola Bumdesma APB untuk informasi jadwal penggunaan maupun biaya sewanya.
Kegiatan panen jagung dan tanam padi gogo ini menjadi salah satu langkah nyata sinergi pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi desa. Dengan semakin berkembangnya alat dan sistem produksi, serta internsifikasi dan ekstensifikasi pertanian, Kecamatan Bayan diharapkan mampu menjadi wilayah yang adaptif, produktif, dan mandiri dalam bidang ketahanan pangan.
Zam
05 Januari 2026 12:02:44
Setuju. Kalimat yang terakhir itu penting untuk dijadikan tagline. ...