Desa
Krandegan

Login Admin
Statistik Pengunjung
Info Aplikasi
Selamat Datang di Sistem Informasi Desa Krandegan : Desa SDGs Berbasis Digital

Info

Berita Nasional

Begini Simulasi Perhitungan Omzet yang Harus Diperoleh Koperasi Jika Meminjam Rp. 1 Milyar ke Bank

Setelah membentuk 80 ribu lebih Koperasi Merah Putih (KMP) di Desa dan Kelurahan se-Indonesia, pemerintah berencana memberikan pinjaman melalui bank BUMN (Himbara). Dengan plafon maksimal Rp. 3 Milyar setiap KMP, besaran bunga yang dibebankan sebesar 6 persen / tahun.

Pinjaman ini ibarat pisau bermata dua bagi KMP. Bila dikelola dengan baik, maka akan menjadi pengungkit yang akan membawa kemajuan bagi koperasi. Namun sebaliknya, jika tidak dikelola dengan baik, bisa membawa koperasi ke jurang kehancuran akibat beban bunga yang harus ditanggung.

Supaya para pengurus koperasi lebih bijak dalam mengambil keputusan terkait pinjaman, dan merencanakan target - target yang dicanangkan,  berikut ini akan Kami coba simulasikan berapa omset bulanan dan harian yang harus dicapai agar bisa menutup biaya operasional dan bunga. Kita asumsikan, koperasi meminjam Rp. 1 Milyar dari Himbara dengan bunga 6 % per tahun yang jika diuangkan Rp. 60 juta / tahun atau Rp. 5 juta / bulan.

Sebagai rujukan, Kita ambil data operating profit margin dari perusahaan-perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Operating profit margin adalah keuntungan yang didapat dari kegiatan operasional, setelah dikurangi biaya operasional, dengan tanpa mengikutsertakan pajak dan bunga pinjaman.

Sembako

Jenis usaha yang bisa ditekuni Kopdes adalah bisnis sembako. Di BEI, ada PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, pemilik Alfamart sebagai salah satu dedengkot bisnis sembako di Tanah Air yang bisa menjadi referensi Kopdes.

Berdasarkan laporan kinerja keuangan Juni 2025, Alfamart mencetak penjualan Rp. 63 triliun, dengan keuntungan operasional Rp. 1,78 triliun. Dengan demikian, operating profit margin Alfamart mencapai 2,83%. Itu berarti, setiap penjualan Alfamart sebanyak Rp1 juta, keuntungan sebelum bunga dan pajak yang mereka kantongi adalah sebesar Rp. 28.300,-. Margin bisnis sembako memang tipis-tipis.

Jika Kopdes adalah semacam Alfamart, memakai asumsi operating profit margin 2,82%, maka Kopdes harus bisa mencapai penjualan minimal Rp. 177.305.000,- per bulan, atau setara Rp. 5.910.000,-  per hari agar bisa menutup beban bunga sebesar Rp. 5 juta / bulan.

Apotek

Lini usaha apotek juga digadang bisa digeluti oleh Kopdes. Di BEI, ada PT Kalbe Farma Tbk, produsen farmasi dan pemilik jaringan apotek. Per Juni 2025 lalu, penjualan Kalbe Farma mencapai Rp. 17,08 triliun dengan keuntungan operasional Rp. 2,45 triliun. Sehingga operating profit margin yang didapat  sekitar 14,3%.

Margin apotek lebih tinggi daripada sembako, tapi butuh dukungan seperti apoteker berizin, pasokan obat dan rujukan rumah sakit atau puskesmas.

Bila Kopdes menggeluti bisnis ini, untuk mengantongi target menutup biaya  bunga sebesar Rp. 5  juta / bulan, maka omzet penjualan harus dikejar minimal ke angka Rp. 34.965.000,- per bulan atau Rp. 1.165.500,- per hari.

Klinik Kesehatan

Kopdes juga bisa diarahkan menggeluti bisnis klinik kesehatan. Usaha klinik kesehatan mirip dengan rumah sakit versi lebih kecil. Di BEI, ada PT Medikaloka Hermina Tbk, pemilik jaringan rumah sakit Hermina. Kinerja kuartal II-2025, Hermina membukukan penjualan Rp. 3,39 triliun. Dengan demikian,  tingkat operating profit margin yang didapat sebesar 13,5%.

Bisnis klinik kesehatan membutuhkan fasilitas laboratorium, ruang operasi, kamar inap sampai ruang perawatan intensif, tenaga dokter dan perawat. 

Jika Kopdes menggeluti bisnis ini, untuk menutup beban bunga sebesar Rp. 5 juta / bulan, maka  harus membukukan omzet Rp. 37.073.000 / bulan atau Rp. 1.234.500,- / hari. 

Sebagai contoh, jika tarif jasa rawat inap adalah  Rp. 250.000 / hari, maka dibutuhkan 5 pasien opname di klinik setiap hari selama sebulan penuh untuk meraih target penjualan tersebut.

Logistik

Bisnis logistik juga bisa jadi pilihan sektor Kopdes. Di BEI ada perusahaan logistik PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG). Kinerja terakhir perusahaan ini, memiliki operating profit margin sebesar 14,5%. Bisnis logistik membutuhkan armada, sopir, gudang, titik pengumpulan barang, sistem navigasi barang kiriman.

Kopdes harus mencetak omzet Rp. 34.483.000,- / bulan atau Rp. 1.150.000,- / hari agar bisa menutup bunga pinjaman Rp. 5 juta / bulan. Sebagai gambaran sederhana, bila biaya dari pengiriman paket rata- rata adalah Rp. 25.000,- / paket, maka tiap hari setidaknya harus ada 46 paket yang dikirimkan.

Bisnis Pinjaman

Bisnis pinjaman sebenarnya cukup menggiurkan menurut hitungan di atas kertas. Dengan biaya bunga 6 persen / tahun dari Himbara, dan rata-rata koperasi melepas pinjaman dengan bunga 18% / tahun, maka ada selisih bunga 12% yang menjadi potensi keuntungan. Akan tetapi, bisnis pinjaman selalu dibayangi oleh potensi kemacetan. Apalagi sebagian masyarakat masih punya prinsip, jika itu bersumber dari dana pemerintah, mereka sulit ketika dilakukan penagihan untuk membayar. Program PUAP, PNPM dan sejenisnya bisa menjadi cermin untuk evaluasi bisnis pinjaman.

Untuk bisa menjalankan usaha pemberian kredit secara  baik seperti bank, koperasi harus punya kemampuan analisis kredit, akses ke BI Checking atau SLIK, kemampuan penagihan kredit, eksekusi jaminan sampai lelang jaminan. 

Simulasi-simulasi di atas hanya mempertimbangkan biaya bunga, belum termasuk target keuntungan yang hendak diraih koperasi. Simulasi juga menggunakan asumsi operating profit margin yang berasal dari perusahaan-perusahaan dengan pengalaman puluhan tahun dan memiliki brand kuat. Ini tentu akan menjadi tantangan tersendiri bagi koperasi yang baru berdiri.

KMP perlu rasionaldan hati- hati dalam menjalankan bisnis agar biaya operasional bisa lebih kecil sehingga peluang membukukan pendapatan serta keuntungan lebih terbuka.

 

Komentar

Subur Jaya

16 Oktober 2025 08:14:42

Dosa RIBA. ngeRIBA nget

Beri Komentar

Komentar Facebook

layananmandiri

Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN

Statistik Penduduk

Total Populasi Desa Krandegan

1483 1483

1550 3033

3033 0

3033

TOTAL : 3033 ORANG

1483

LAKI-LAKI

1550

PEREMPUAN

Lokasi Kantor Desa

Alamat:Desa Krandegan RT 01 RW 02
Desa : Krandegan
Kecamatan : Bayan
Kabupaten : Purworejo
Kodepos : 54224

Peta Wilayah Desa

Transparansi Anggaran

APBDes 2026 Pelaksanaan

Pendapatan

Anggaran:Rp 2.204.734.491,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Belanja

Anggaran:Rp 1.685.305.314,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Pembiayaan

Anggaran:Rp -519.429.177,00
Realisasi:RP 0,00

0%

APBDes 2026 Pendapatan

Hasil Usaha Desa

Anggaran:Rp 68.892.191,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Hasil Aset Desa

Anggaran:Rp 220.000.000,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Dana Desa

Anggaran:Rp 902.570.000,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

Anggaran:Rp 43.126.900,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Alokasi Dana Desa

Anggaran:Rp 409.145.400,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Bantuan Keuangan Provinsi

Anggaran:Rp 300.000.000,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota

Anggaran:Rp 260.000.000,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Bunga Bank

Anggaran:Rp 1.000.000,00
Realisasi:RP 0,00

0%

APBDes 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa

Anggaran:Rp 1.014.472.714,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa

Anggaran:Rp 109.514.700,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa

Anggaran:Rp 254.967.900,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa

Anggaran:Rp 302.750.000,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa

Anggaran:Rp 3.600.000,00
Realisasi:RP 0,00

0%