Desa
Krandegan

Login Admin
Statistik Pengunjung
Info Aplikasi
Selamat Datang di Sistem Informasi Desa Krandegan : Desa SDGs Berbasis Digital

Info

Berita Nasional

Belajar dari Ponggok: Mengubah Air Menjadi Rezeki yang Mengalir

Air di umbul desa itu sejak dulu jernih dan terus mengalir dari mata air di kaki Gunung Merapi. Namun bertahun-tahun lamanya, ia hanya menjadi bagian dari rutinitas desa—untuk mandi, mencuci, dan mengairi sawah. Tak pernah terpikir bahwa dari mata air itulah miliaran rupiah bisa lahir dan mengubah masa depan sebuah desa.

Hingga kemudian, Desa Ponggok di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ini membuktikan satu hal penting: desa tidak kekurangan potensi, yang kerap kurang hanyalah keberanian dan kemampuan mengelolanya.

Kisah Ponggok adalah kisah tentang kepemimpinan, tata kelola, dan keberanian mengambil risiko. Di balik perubahan besar itu, berdiri sosok kepala desa tiga periode, H. Junaedi, yang memimpin desa keluar dari keterbatasan menuju kemandirian ekonomi.

Dari Umbul Biasa Menjadi Aset Berharga

Sebelum tahun 2010, Umbul Ponggok hanyalah mata air desa yang hidup bersama warga. Tidak ada tiket, tidak ada wisata, apalagi nilai ekonomi. Air mengalir, tetapi kesejahteraan desa berjalan lambat.

Perubahan dimulai ketika H. Junaedi memandang umbul bukan sekadar fasilitas umum, melainkan aset desa. Cara pandang ini menjadi titik balik. Air yang selama ini “gratis” justru dinilai sebagai kekayaan bersama yang harus dikelola demi kepentingan warga.

Keputusan strategis diambil: Umbul Ponggok tidak diserahkan ke investor luar, melainkan dikelola desa sendiri melalui badan usaha milik desa.

Peran Sentral Kepala Desa: Sang Arsitek Perubahan

Peran H. Junaedi jauh melampaui fungsi administratif kepala desa. Ia tampil sebagai arsitek perubahan.

Pertama, ia membawa visi jangka panjang: menjadikan desa mandiri tanpa bergantung penuh pada bantuan pemerintah.

Kedua, ia membangun kepercayaan warga melalui musyawarah. Ide wisata air bukan keputusan sepihak, melainkan hasil kesepakatan bersama bahwa keuntungan harus kembali ke desa.

Ketiga, ia memastikan pengelolaan dilakukan secara profesional dengan menyerahkan operasional kepada BUMDes Tirta Mandiri. Pemerintah desa menjaga arah dan pengawasan, sementara BUMDes bekerja sebagai entitas bisnis yang transparan dan akuntabel.

Dalam konteks ini, kepala desa tidak menjadi penguasa usaha, tetapi penjaga kepentingan publik.

Proses Sejak 2010: Keberanian Memulai

H. Junaedi memimpin Ponggok sejak tahun 2009, dan saat itulah langkah nyatanya dimulai. Dengan modal terbatas dari hibah desa, Rp100 juta di tahun 2009 dan Rp300 juta di tahun 2010, Umbul Ponggok mulai ditata. Inovasi kunci muncul ketika desa mengemasnya sebagai wisata foto bawah air—konsep unik yang belum banyak ada saat itu.

Sejak 2015 hingga 2017, Umbul Ponggok mulai dikenal luas. Media meliput, wisatawan berdatangan, dan Ponggok menjelma menjadi ikon wisata desa nasional. Dari sinilah roda ekonomi desa berputar kencang.

Keberadaan Dana Desa mempercepat penggalian potensi lokal lainnya. Kini, di setiap rw ada tempat wisata yang dikelola mandiri. Ada pula program ketahanan pangan di sektor perikanan dan pertanian serta agrowisata yang memiliki ciri khas masing-masing. 

Angka yang Berbicara: Keuntungan Nyata Untuk Desa

Keberhasilan Umbul Ponggok bukan sekadar cerita inspiratif, tetapi tercermin dalam angka:

  1. Omzet usaha Umbul Ponggok pernah mencapai sekitar Rp 14 miliar per tahun pada masa puncak.
  2. Laba bersih BUMDes berada di kisaran Rp 5–7 miliar per tahun, setelah dikurangi biaya operasional dan pengembangan.
  3. Kontribusi ke Pendapatan Asli Desa (PADes) mencapai Rp 3–5 miliar per tahun, menjadikan Ponggok salah satu desa dengan PADes terbesar di Indonesia.

Angka-angka ini menjadikan Ponggok bukti nyata bahwa desa mampu menjadi aktor ekonomi, bukan sekadar objek pembangunan. 

Keuntungan tersebut tidak berhenti di laporan keuangan. Dana BUMDes dialirkan kembali ke masyarakat dalam berbagai bentuk program: penciptaan lapangan kerja bagi warga desa, program sosial dan bantuan bagi kelompok rentan, beasiswa pendidikan, pembangunan infrastruktur desa, dan modal pengembangan unit usaha baru. 

BUMDes tidak hanya mengejar laba, tetapi menjadi alat pemerataan kesejahteraan.

Umbul Ponggok hari ini tetaplah mata air yang sama. Yang berubah adalah cara desa memimpinnya. Dengan kepemimpinan yang visioner, tata kelola yang bersih, dan keberanian memulai dari potensi lokal, air yang dulu mengalir tanpa makna kini menjelma menjadi rezeki yang terus mengalir bagi seluruh warga desa.

Kisah Ponggok menegaskan satu pesan penting: ketika kepala desa memimpin dengan visi dan integritas, desa bukan hanya mampu bertahan—tetapi mampu melompat jauh ke depan.

Ponggok dan BUMDes Tirta Mandiri kini bukan hanya cerita, tapi sumber inspirasi. Sudah ribuan desa dan lembaga yang datang, belajar, dan terinspirasi dari mereka. Harapannya, akan tumbuh Ponggok-Ponggok baru di seluruh Nusantara. 

Komentar

Beri Komentar

Komentar Facebook

layananmandiri

Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN

Statistik Penduduk

Total Populasi Desa Krandegan

1483 1483

1550 3033

3033 0

3033

TOTAL : 3033 ORANG

1483

LAKI-LAKI

1550

PEREMPUAN

Lokasi Kantor Desa

Alamat:Desa Krandegan RT 01 RW 02
Desa : Krandegan
Kecamatan : Bayan
Kabupaten : Purworejo
Kodepos : 54224

Peta Wilayah Desa

Transparansi Anggaran

APBDes 2026 Pelaksanaan

Pendapatan

Anggaran:Rp 2.204.734.491,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Belanja

Anggaran:Rp 1.685.305.314,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Pembiayaan

Anggaran:Rp -519.429.177,00
Realisasi:RP 0,00

0%

APBDes 2026 Pendapatan

Hasil Usaha Desa

Anggaran:Rp 68.892.191,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Hasil Aset Desa

Anggaran:Rp 220.000.000,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Dana Desa

Anggaran:Rp 902.570.000,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

Anggaran:Rp 43.126.900,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Alokasi Dana Desa

Anggaran:Rp 409.145.400,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Bantuan Keuangan Provinsi

Anggaran:Rp 300.000.000,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota

Anggaran:Rp 260.000.000,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Bunga Bank

Anggaran:Rp 1.000.000,00
Realisasi:RP 0,00

0%

APBDes 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa

Anggaran:Rp 1.014.472.714,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa

Anggaran:Rp 109.514.700,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa

Anggaran:Rp 254.967.900,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa

Anggaran:Rp 302.750.000,00
Realisasi:RP 0,00

0%

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa

Anggaran:Rp 3.600.000,00
Realisasi:RP 0,00

0%