Jam Kerja
| Hari | Mulai | Selesai |
|---|---|---|
| Senin | 08:00:00 | 16:00:00 |
| Selasa | 08:00:00 | 16:00:00 |
| Rabu | 08:00:00 | 16:00:00 |
| Kamis | 08:00:00 | 16:00:00 |
| Jumat | 08:00:00 | 14:30:00 |
| Sabtu | Libur | |
| Minggu | Libur | |
Info
Warga Desa Gunungwangi sedang melakukan kerja bakti
Di lereng Perbukitan Menoreh, ada sebuah desa dengan struktur administrasi yang nyaris tak lazim. Desa Gunungwangi, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah ini hanya memiliki satu RT dan satu RW, dengan total 60 rumah warga yang tersebar di wilayah seluas 51,92 hektar. Skala permukiman yang kecil itu menjadikan Gunungwangi tampil berbeda—ringkas secara administratif, namun kaya cerita sosial dan ekonomi.
Berdasarkan data website resmi desa Gunungwangi.id serta keterangan Kepala Desa Gunungwangi, Priyo Dwi Prayitno, desa ini memiliki penduduk 259 jiwa, termasuk warga yang saat ini tinggal di luar desa, dan tercatat dalam 87 kepala keluarga. Angka-angka itu menegaskan satu hal: Gunungwangi adalah desa kecil yang hidup dengan ritme sederhana, tetapi bertahan dengan cara-cara yang kokoh.
Hanya Ada Satu RT
Jika biasanya dalam satu desa terdiri dari puluhan RT dan RW, tidak demikian dengan Gunungwangi. Di desa ini hanya ada satu RT dan satu RW. Dengan kondisi itu, hubungan antarwarga terjalin sangat dekat. Semua orang saling mengenal, mengetahui aktivitas tetangganya, dan terlibat langsung dalam urusan desa—dari kerja bakti hingga musyawarah. Struktur yang ringkas membuat komunikasi berjalan cepat dan personal, sekaligus memudahkan koordinasi program pembangunan.
Kambing dan Nira: Nafas Ekonomi Warga
Di balik kesederhanaan struktur, roda ekonomi Gunungwangi berputar dari dua sumber utama: peternakan kambing dan penyadapan nira. Populasi kambing di desa ini bahkan melampaui jumlah penduduknya, dengan dominasi kambing Kaligesing yang bernilai ekonomi tinggi. Bagi warga, kambing adalah tabungan hidup—dijual saat kebutuhan mendesak datang, mulai dari biaya sekolah hingga kesehatan.
Di waktu lain, warga memanjat pohon aren untuk menyadap nira yang kemudian diolah menjadi gula jawa. Aktivitas ini menjadi penopang ekonomi harian sekaligus menjaga tradisi kerja khas wilayah Kaligesing.
Lereng Menoreh dan Landskap Kehidupan
Gunungwangi berada di Kecamatan Kaligesing, pada ketinggian sekitar 757 meter di atas permukaan laut. Udara sejuk dan kontur berbukit menjadi keseharian. Dari sejumlah titik desa, bentangan Bendungan Bener tampak di kejauhan, memperkaya lanskap dan membuka peluang pengembangan wisata alam.
Potensi itu sempat diuji melalui paket wisata desa. Pengunjung diajak menikmati suasana perdesaan sekaligus mencicipi kuliner tradisional seperti candil, combro, dan wedang kendel—semuanya disiapkan warga.
Dana Desa dan Arah Pembangunan
Pada 2026, Gunungwangi menerima Dana Desa sebesar Rp319.910.000. Dengan jumlah penduduk yang relatif sedikit dan struktur sosial yang sederhana, perencanaan dan pelaksanaan program dinilai lebih efektif dan tepat sasaran—mulai dari infrastruktur dasar hingga penguatan ekonomi lokal.
Dengan jumlah penduduk dan luas wilayah yang jauh di bawah rata-rata desa lainnya di Indonesia, pembangunan infrastruktur di Gunungwangi berjalan bagus dan cepat. Jalan, irigasi, talud, dan lainnya tampak bagus dan rapi.
Religi dan Kohesi Sosial
Nilai religius turut menguatkan kohesi sosial desa. Keberadaan Makam Syekh Maulana Maghribi menjadikan Gunungwangi tujuan ziarah. Di sekitar makam terdapat sumur alami dengan kualitas air yang baik dan layak konsumsi. Tradisi kenduri, kegiatan keagamaan, dan kerja bakti masih rutin dilakukan, menjaga ikatan sosial di desa satu RT ini.
Desa Kecil dengan Ketahanan Besar
Dengan satu RT, 60 rumah, dan 259 jiwa, Gunungwangi menunjukkan bahwa ukuran desa tidak menentukan daya tahannya. Beternak, menyadap nira, mengelola Dana Desa, serta merawat kebersamaan menjadi fondasi kehidupan warganya. Di lereng Menoreh, Gunungwangi berdiri sebagai potret desa kecil yang bersahaja—namun teguh menjaga identitas dan kearifan lokal di tengah perubahan zaman.
Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN
Total Populasi Desa Krandegan
1483 1483
1550 3033
3033 0
3033
TOTAL : 3033 ORANG
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
| Alamat | : | Desa Krandegan RT 01 RW 02 |
| Desa | : | Krandegan |
| Kecamatan | : | Bayan |
| Kabupaten | : | Purworejo |
| Kodepos | : | 54224 |
| Anggaran | : | Rp 2.204.734.491,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 1.685.305.314,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp -519.429.177,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 68.892.191,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 220.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 902.570.000,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 43.126.900,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 409.145.400,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 300.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 260.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 1.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 1.014.472.714,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 109.514.700,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 254.967.900,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 302.750.000,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 3.600.000,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
Zam
05 Januari 2026 12:02:44
Setuju. Kalimat yang terakhir itu penting untuk dijadikan tagline. ...