Gerandong Tarik Perhatian, Gapoktan Blora Studi Tiru Sistem Irigasi Berbasis Tenaga Surya di Krandegan
Krandegan, Bayan – Desa Krandegan kembali menjadi rujukan pengembangan inovasi pertanian berbasis energi terbarukan. Pada Minggu, 25 Januari 2026, dua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dari Kabupaten Blora melaksanakan kunjungan studi tiru sistem irigasi berbasis tenaga surya ke Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.
Rombongan terdiri dari Gapoktan Sri Widodo, Desa Ngilen, Kecamatan Kunduran sebanyak 12 orang, dan Gapoktan Suka Damai, Desa Plosorejo, Kecamatan Kunduran sejumlah 23 orang. Total tamu yang hadir sebanyak 35 orang.
Rombongan diterima langsung oleh Kepala Desa Krandegan, Dwinanto, bersama perangkat desa di Kantor Desa Krandegan. Turut hadir pula Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Krandegan, Kurniawan Anung.
Sementara rombongan dari Blora dipimpin oleh Koordinator PPL Kecamatan Kunduran, Ardi Luhung.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Krandegan, Dwinanto, menyampaikan terimakasih atas kunjungan tersebut dan berharap inovasi yang dikembangkan di Krandegan dapat dikembangkan juga di desa lain.
“Kami menyambut baik kunjungan studi tiru ini. Sistem irigasi tenaga surya yang kami terapkan merupakan bagian dari upaya mendukung pertanian berkelanjutan, mengurangi biaya operasional petani, serta memanfaatkan energi ramah lingkungan. Semoga apa yang ada di Krandegan bisa bermanfaat juga sebagai ide bagi desa-desa lain,” ujar Dwinanto.
Sementara itu, Koordinator PPL Blora, Ardi Luhung, menyampaikan bahwa Desa Krandegan dipilih karena dinilai berhasil mengembangkan teknologi pertanian yang aplikatif dan sesuai kebutuhan petani.
“Kami melihat Desa Krandegan sudah berhasil memanfaatkan tenaga surya untuk irigasi pertanian. Melalui studi tiru ini, kami ingin mempelajari langsung sistemnya, baik yang permanen maupun yang bersifat mobile, agar bisa diterapkan di Blora,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya melihat instalasi panel surya permanen, tetapi juga diperkenalkan dengan pompa air tenaga surya mobile yang dapat dipindah-pindahkan sesuai kebutuhan lahan.
Pompa air tersebut dikenal dengan nama “Gerandong (Gerobak Surya Dorong)”, yaitu alat pompa air bertenaga surya yang dipasang di atas gerobak sehingga mudah dipindahkan ke lokasi persawahan yang membutuhkan pengairan. Inovasi ini dinilai sangat efektif untuk membantu petani di lahan yang jauh dari sumber listrik maupun saluran irigasi tetap.
Para peserta tampak antusias menyimak penjelasan teknis terkait cara kerja, keunggulan, serta efisiensi penggunaan Gerandong, termasuk perawatannya di lapangan.
Melalui kegiatan studi tiru ini, diharapkan terjalin sinergi antarwilayah dalam pengembangan pertanian modern yang ramah lingkungan, sekaligus memperkuat peran desa sebagai pusat inovasi teknologi pertanian berkelanjutan.
Zam
05 Januari 2026 12:02:44
Setuju. Kalimat yang terakhir itu penting untuk dijadikan tagline. ...