Desa Krandegan

Kec. Bayan
Kab. Purworejo - Jawa Tengah

Info
Selamat Datang di Sistem Informasi Desa Krandegan : Desa SDGs Berbasis Digital

Artikel

Pak Kades, Wifi RW Kok Mati

DWINANTO

20 Februari 2026

397 Kali dibuka

KRANDEGAN — “Pak Kades, wifi RW kok sering mati?”

Pertanyaan sekaligus laporan itu belakangan kerap terdengar di Desa Krandegan. Bukan tanpa alasan. Layanan wifi gratis yang sejak lama menjadi penopang aktivitas warga kini kerap terganggu. Bukan karena dihentikan, melainkan akibat pengurangan bandwidth dan ketiadaan biaya perawatan, yang membuat jaringan internet di sejumlah titik tidak lagi stabil.

Kondisi ini terjadi di Desa Krandegan, desa yang dikenal sebagai salah satu desa digital nasional dan masuk tiga besar Lomba Desa Digital 2025 yang digelar Kementerian Desa. Sejak 2015, Krandegan telah mengembangkan wifi gratis di banyak titik strategis, mulai dari kantor desa, aula, gardu, hingga fasilitas umum.

Selama bertahun-tahun, jaringan internet desa menjadi tulang punggung layanan publik. Anak-anak sekolah memanfaatkannya untuk belajar, pelaku UMKM mulai mengembangkan pemasaran digital, dan pelayanan administrasi desa berjalan lebih efisien.

Namun, kemampuan desa untuk menjaga kualitas layanan digital tersebut menurun drastis pada 2026.

Pada tahun anggaran sebelumnya, Dana Desa Krandegan masih berada di angka Rp1,05 miliar. Dari jumlah itu, desa mengalokasikan Rp32,36 juta untuk pemeliharaan jaringan serta Rp25,8 juta untuk belanja bandwidth internet.

Tahun ini, Dana Desa Krandegan turun tajam menjadi Rp285 juta. Penurunan ini memaksa desa melakukan penyesuaian besar. Anggaran pemeliharaan jaringan dipangkas hingga nol rupiah, sementara anggaran bandwidth dikurangi menjadi Rp13 juta.

Akibatnya, jaringan wifi desa masih tersedia, tetapi dengan kapasitas yang sangat terbatas. Ketika terjadi gangguan teknis atau kerusakan perangkat, desa tidak memiliki biaya operasional untuk melakukan perbaikan. Situasi inilah yang membuat warga merasakan wifi RW kerap “mati”.

Kepala Desa Krandegan, Dwinanto, mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi desa yang sejak lama mendorong digitalisasi.

“Wifi tidak kami hentikan. Tapi bandwidth terpaksa dikurangi dan biaya operasional sudah tidak ada. Kalau ada kerusakan, desa kesulitan melakukan perbaikan,” ujarnya.

Menurut Dwinanto, desa kini berada pada posisi harus memprioritaskan belanja wajib dan kebutuhan dasar warga. Dengan Dana Desa yang menyusut tajam, ruang fiskal desa menjadi sangat terbatas.

Kasus di Krandegan memperlihatkan bahwa kebijakan Dana Desa bukan sekadar soal angka dalam dokumen anggaran. Kebijakan yang diputuskan di Jakarta itu kini dirasakan dampaknya hingga ke desa, memengaruhi langsung kualitas layanan publik dan program yang sehari-hari digunakan warga.

Wifi RW di Krandegan mungkin belum sepenuhnya padam. Namun dengan bandwidth yang dikurangi dan tanpa biaya operasional, layanan tersebut berada dalam kondisi rentan—menjadi cerminan bagaimana keputusan fiskal di tingkat pusat berdampak nyata pada kehidupan desa.

Komentar yang terbit pada artikel "Pak Kades, Wifi RW Kok Mati"

Kirim Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Captha

Komentar Facebook

Aparatur Desa

Kepala Desa

DWINANTO, S.E.

Sekretaris Desa

SYAMSUDIN, S.Pd.I

Kaur Tata Usaha dan Umum

SUYANTO

Kaur Keuangan

UTAMI HIKMAH

Kasi Pemerintahan

HENDRO TRIYANTORO, A.Md.

Kasi Kesejahteraan

SYAIFULLOH

Kaur Perencanaan

KARTIKA, A.Md.

Kadus I

KASMINTO

Kadus II

NGATIJO

Kadus III

MUSTANGIN

Kadus V

ARIYANI

Kadus VI

KUKUH WIDODO

Kasi Pelayanan

SISWANTO

Kadus IV

EKO BUDI SANTOSO, A.Md.

Kader Digital

HENDRO PRABOWO

Admin Desa

RAHAYU WIDAYANTI

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Desa Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah

Media Sosial

Statistik Pengunjung

Hari ini:2.135
Kemarin:8.118
Total:2.202.561
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:
Browser:Tidak ditemukan

Jam Kerja

Hari Mulai Selesai
Senin 08:00:00 16:00:00
Selasa 08:00:00 16:00:00
Rabu 08:00:00 16:00:00
Kamis 08:00:00 16:00:00
Jumat 08:00:00 14:30:00
Sabtu Libur
Minggu Libur

Transparansi Anggaran

APBDes 2026 Pelaksanaan

Pendapatan

AnggaranRealisasi
Rp 2.204.734.491,00Rp 123.570.912,00

Belanja

AnggaranRealisasi
Rp 1.685.305.314,00Rp 80.450.656,00

Pembiayaan

AnggaranRealisasi
Rp -519.429.177,00Rp 0,00

APBDes 2026 Pendapatan

Hasil Usaha Desa

AnggaranRealisasi
Rp 68.892.191,00Rp 0,00

Hasil Aset Desa

AnggaranRealisasi
Rp 220.000.000,00Rp 0,00

Dana Desa

AnggaranRealisasi
Rp 902.570.000,00Rp 0,00

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

AnggaranRealisasi
Rp 43.126.900,00Rp 0,00

Alokasi Dana Desa

AnggaranRealisasi
Rp 409.145.400,00Rp 123.570.912,00

Bantuan Keuangan Provinsi

AnggaranRealisasi
Rp 300.000.000,00Rp 0,00

Bantuan Keuangan Kabupaten/kota

AnggaranRealisasi
Rp 260.000.000,00Rp 0,00

Bunga Bank

AnggaranRealisasi
Rp 1.000.000,00Rp 0,00

APBDes 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa

AnggaranRealisasi
Rp 1.014.472.714,00Rp 61.785.456,00

Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa

AnggaranRealisasi
Rp 109.514.700,00Rp 10.345.200,00

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa

AnggaranRealisasi
Rp 254.967.900,00Rp 8.320.000,00

Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa

AnggaranRealisasi
Rp 302.750.000,00Rp 0,00

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa

AnggaranRealisasi
Rp 3.600.000,00Rp 0,00

Lokasi Kantor Desa

Latitude:-7.752851310321888
Longitude:109.92266267538072

Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo - Jawa Tengah

Buka Peta

Wilayah Desa