Desa Krandegan

Kec. Bayan
Kab. Purworejo - Jawa Tengah

Info
Selamat Datang di Sistem Informasi Desa Krandegan : Desa SDGs Berbasis Digital

Artikel

Di Tengah Sorotan Publik, Agrinas Siap Batalkan Impor Mobil India untuk KDMP

DWINANTO

25 Februari 2026

320 Kali dibuka

JAKARTA - Sorotan publik terhadap rencana impor kendaraan untuk desa kian mengeras. Di tengah kritik DPR dan riuh perdebatan di media sosial, Agrinas Pangan Nusantara menyatakan kesiapannya membatalkan impor mobil asal India untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP)—jika negara memerintahkannya.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota, dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa, 24 Februari 2026. Tak lama berselang, rekaman konferensi pers tersebut beredar luas di berbagai platform media sosial, dari WhatsApp hingga TikTok, memantik diskusi publik tentang arah kebijakan pengadaan kendaraan untuk program koperasi desa.

Rencana impor yang dipersoalkan mencakup sekitar 105.000 unit mobil pikap dan kendaraan niaga ringan dari India yang akan digunakan sebagai armada operasional KDMP. Namun kebijakan ini justru memunculkan pertanyaan mendasar: mengapa impor dipilih di tengah kapasitas industri otomotif nasional yang dinilai mampu memproduksi kendaraan sejenis?

Tekanan DPR Menguat

Gelombang tekanan politik menguat sejak Senin, 23 Februari 2026. Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI, secara terbuka meminta pemerintah menunda bahkan membatalkan rencana impor mobil dari India. Ia menilai kebijakan tersebut perlu dikaji ulang secara menyeluruh karena menyangkut skala besar dan berpotensi berdampak langsung pada industri otomotif dalam negeri.

Tekanan itu berlanjut pada 25 Februari 2026. Ketua Badan Anggaran DPR RI Sa'id Abdullah menyatakan impor kendaraan untuk kebutuhan koperasi desa berpotensi merugikan perekonomian nasional. Menurutnya, belanja besar negara semestinya diarahkan untuk memperkuat rantai produksi domestik dan memperluas manfaat ekonomi di dalam negeri, bukan membuka ruang impor dalam jumlah masif.

Sikap Agrinas: Menunggu Perintah Negara

Menghadapi tekanan parlemen dan sorotan publik yang terus membesar, Agrinas menempatkan diri sebagai pelaksana kebijakan. Joao menegaskan perusahaan akan taat sepenuhnya pada keputusan pemerintah dan DPR RI, termasuk jika diminta menghentikan atau membatalkan kontrak impor yang telah disepakati.

Sikap itu diambil meskipun proses pengadaan telah berjalan. Agrinas menyatakan siap menanggung konsekuensi bisnis, mulai dari penundaan distribusi kendaraan hingga penyelesaian kontraktual dengan mitra luar negeri, apabila negara memutuskan arah berbeda.

Polemik yang Menyentuh Akar Desa

Viralnya rekaman konferensi pers Agrinas di media sosial membuat polemik ini tak lagi berhenti di ruang parlemen. Isu impor kendaraan kini menyentuh ruang publik desa, memicu perdebatan tentang urgensi, prioritas anggaran, serta makna kemandirian ekonomi desa.

Bagi sebagian pengelola desa dan pegiat koperasi, persoalan ini bukan semata soal armada kendaraan, melainkan soal arah kebijakan: apakah koperasi desa akan dibangun dengan logika pemberdayaan dari bawah, atau justru bergantung pada rantai pasok global.

Menanti Putusan Akhir

Hingga 25 Februari 2026, pemerintah belum mengambil keputusan final terkait kelanjutan impor mobil India untuk KDMP. Namun satu hal jelas: di tengah tekanan politik dari Senayan serta sorotan publik yang menguat di media sosial, Agrinas telah menyatakan sikapnya: siap membatalkan impor jika negara memerintahkannya.

Polemik impor mobil untuk KDMP pada akhirnya bukan sekadar soal asal kendaraan, melainkan cermin cara negara memandang desa. Apakah desa ditempatkan sebagai ruang pemberdayaan yang tumbuh dari kekuatan lokal, atau sekadar titik distribusi kebijakan berskala nasional. Di tengah tekanan parlemen dan riuh opini publik, keputusan pemerintah akan menjadi penanda arah: memilih memperkuat industri dan kemandirian dari dalam, atau kembali bergantung pada pasokan dari luar. Desa, sekali lagi, menunggu keputusan yang menentukan.

Komentar yang terbit pada artikel "Di Tengah Sorotan Publik, Agrinas Siap Batalkan Impor Mobil India untuk KDMP"

Kirim Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Captha

Komentar Facebook

Aparatur Desa

Kepala Desa

DWINANTO, S.E.

Sekretaris Desa

SYAMSUDIN, S.Pd.I

Kaur Tata Usaha dan Umum

SUYANTO

Kaur Keuangan

UTAMI HIKMAH

Kasi Pemerintahan

HENDRO TRIYANTORO, A.Md.

Kasi Kesejahteraan

SYAIFULLOH

Kaur Perencanaan

KARTIKA, A.Md.

Kadus I

KASMINTO

Kadus II

NGATIJO

Kadus III

MUSTANGIN

Kadus V

ARIYANI

Kadus VI

KUKUH WIDODO

Kasi Pelayanan

SISWANTO

Kadus IV

EKO BUDI SANTOSO, A.Md.

Kader Digital

HENDRO PRABOWO

Admin Desa

RAHAYU WIDAYANTI

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Desa Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah

Media Sosial

Statistik Pengunjung

Hari ini:2.220
Kemarin:8.118
Total:2.202.646
Sistem Operasi:Unknown Platform
IP Address:
Browser:Tidak ditemukan

Jam Kerja

Hari Mulai Selesai
Senin 08:00:00 16:00:00
Selasa 08:00:00 16:00:00
Rabu 08:00:00 16:00:00
Kamis 08:00:00 16:00:00
Jumat 08:00:00 14:30:00
Sabtu Libur
Minggu Libur

Transparansi Anggaran

APBDes 2026 Pelaksanaan

Pendapatan

AnggaranRealisasi
Rp 2.204.734.491,00Rp 123.570.912,00

Belanja

AnggaranRealisasi
Rp 1.685.305.314,00Rp 80.450.656,00

Pembiayaan

AnggaranRealisasi
Rp -519.429.177,00Rp 0,00

APBDes 2026 Pendapatan

Hasil Usaha Desa

AnggaranRealisasi
Rp 68.892.191,00Rp 0,00

Hasil Aset Desa

AnggaranRealisasi
Rp 220.000.000,00Rp 0,00

Dana Desa

AnggaranRealisasi
Rp 902.570.000,00Rp 0,00

Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi

AnggaranRealisasi
Rp 43.126.900,00Rp 0,00

Alokasi Dana Desa

AnggaranRealisasi
Rp 409.145.400,00Rp 123.570.912,00

Bantuan Keuangan Provinsi

AnggaranRealisasi
Rp 300.000.000,00Rp 0,00

Bantuan Keuangan Kabupaten/kota

AnggaranRealisasi
Rp 260.000.000,00Rp 0,00

Bunga Bank

AnggaranRealisasi
Rp 1.000.000,00Rp 0,00

APBDes 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa

AnggaranRealisasi
Rp 1.014.472.714,00Rp 61.785.456,00

Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa

AnggaranRealisasi
Rp 109.514.700,00Rp 10.345.200,00

Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa

AnggaranRealisasi
Rp 254.967.900,00Rp 8.320.000,00

Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa

AnggaranRealisasi
Rp 302.750.000,00Rp 0,00

Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa

AnggaranRealisasi
Rp 3.600.000,00Rp 0,00

Lokasi Kantor Desa

Latitude:-7.752851310321888
Longitude:109.92266267538072

Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo - Jawa Tengah

Buka Peta

Wilayah Desa