Kabupaten Purworejo tahun ini memasuki usia 195 tahun. Angka tersebut merujuk pada penetapan 27 Februari 1831 sebagai hari jadi kabupaten. Namun, sejarah Purworejo sesungguhnya jauh lebih panjang—berlapis, tua, dan berakar kuat pada peradaban Jawa kuno.
Jejak Awal: Abad ke-10 Masehi
Bukti tertua keberadaan masyarakat terorganisir di wilayah Purworejo tercatat dalam Prasasti Kayu Ara Hiwang bertanggal 5 Oktober 901 Masehi. Prasasti yang ditemukan di Desa Boro Wetan, Kecamatan Banyuurip, itu mencatat penyelenggaraan upacara besar yang dihadiri pejabat dari berbagai daerah. Fakta ini menunjukkan bahwa kawasan Purworejo telah menjadi bagian dari struktur sosial dan administrasi Jawa sejak lebih dari seribu tahun lalu.
Pada masa itu, wilayah ini dikenal dengan nama Bagelen—sebuah daerah agraris subur di selatan Jawa yang menopang kehidupan ekonomi masyarakatnya. Nama Bagelen kerap muncul dalam catatan sejarah sebagai kawasan pertanian penting yang relatif stabil.
Masa Kerajaan dan Kadipaten
Dalam lintasan sejarah kerajaan-kerajaan Jawa, Bagelen tetap berperan sebagai wilayah penyangga pangan. Pada masa Kesultanan Mataram Islam, Bagelen berstatus kadipaten dan menjadi bagian penting dalam struktur politik serta ekonomi kerajaan. Posisi strategis ini membuat Bagelen kerap terdampak dinamika politik, termasuk pembagian wilayah kekuasaan.
Titik Balik Kolonial
Perubahan besar terjadi setelah Perang Jawa (1825–1830) yang dipimpin Pangeran Diponegoro. Pasca perang, pemerintah kolonial Belanda melakukan penataan ulang wilayah administratif untuk memperkuat kendali pemerintahan. Dalam proses inilah, pusat pemerintahan dipindahkan dari Bagelen ke wilayah Brengkelan.
Pada 27 Februari 1831, pemerintah kolonial secara resmi menetapkan nama Purworejo sebagai pusat pemerintahan kabupaten. Keputusan ini dilaporkan oleh Komisaris PH van Lawick van Pabst kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda Van den Bosch. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Kabupaten Purworejo, yang kini diperingati setiap tahun.
Makna Nama dan Identitas
Nama Purworejo berasal dari kata purwo (awal) dan rejo (makmur). Makna ini mencerminkan harapan agar wilayah ini menjadi tempat tumbuhnya kemakmuran dan kehidupan yang sejahtera. Dalam perjalanan sejarahnya, Purworejo dikenal sebagai daerah agraris yang tangguh sekaligus melahirkan banyak tokoh perjuangan, sehingga mendapat julukan “Kota Pejuang.”
Dari Sejarah ke Masa Kini
Memasuki usia ke-195, Purworejo berdiri sebagai kabupaten modern yang tetap berakar pada sejarah panjangnya—dari Bagelen di abad ke-10 hingga pusat pemerintahan sejak 1831. Sejarah ini bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan fondasi identitas dan semangat pembangunan Purworejo hari ini.
Zam
05 Januari 2026 12:02:44
Setuju. Kalimat yang terakhir itu penting untuk dijadikan tagline. ...