Desa Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Statistik Pengunjung

Ayo Daftar Kades

Ayo Daftar Kades

Kategori

Berita Nasional

29 Oktober 2026

167 Kali Dibaca

DWINANTO

Di Balik Kehormatan, Ada Penghasilan, Beban, dan Risiko yang Tak Ringan

Menjelang Pilkades Serentak di banyak daerah, ada satu ajakan yang mungkin terdengar agak ganjil: ayo ramai-ramai mendaftar menjadi calon kepala desa!

Mengapa? Sebab, menjadi kepala desa memang tidak mudah. Tanggung jawabnya besar, tuntutan masyarakat beragam, anggaran terbatas, dan risiko hukum bisa muncul ketika kewenangan serta prosedur tidak dijalankan dengan benar.

Namun, justru karena banyak orang menganggap jabatan ini berat, kita perlu bertanya: apakah jabatan kepala desa memang seburuk itu? Atau, jangan-jangan, kita terlalu sering melihat sisi sulitnya, tetapi lupa menghitung kesempatan dan manfaat yang ditawarkannya?

Mari kita bicara secara terbuka. Menjadi kepala desa punya plus dan minus. Ada kebanggaan, penghasilan, kesempatan berbuat baik, dan ruang untuk membangun desa. Namun, ada pula tekanan sosial, waktu yang tersita, konflik kepentingan, dan tanggung jawab yang tidak ringan.

Ada Kebanggaan, Ada Penghasilan

Tidak bisa dimungkiri, menjadi kepala desa memiliki daya tarik tersendiri.

Kepala desa memperoleh kepercayaan masyarakat melalui pemilihan demokratis. Ia menjadi pemimpin pemerintahan yang berhadapan langsung dengan kehidupan sehari-hari warga.

Ketika jalan desa dibangun, irigasi diperbaiki, pelayanan publik semakin mudah, atau program pemberdayaan berhasil meningkatkan ekonomi warga, kepala desa memiliki kesempatan untuk melihat hasil kerjanya secara nyata.

Ada kepuasan tersendiri ketika gagasan yang semula hanya menjadi rencana akhirnya terwujud.

Belum lagi kehormatan sosial yang menyertai jabatan tersebut. Kepala desa menjadi tempat warga mengadu, meminta bantuan, menyampaikan persoalan, dan mencari jalan keluar.

Dari sisi ekonomi, jabatan ini juga memberikan penghasilan tetap sesuai ketentuan. Kepala desa berhak menerima penghasilan tetap, tunjangan, dan penerimaan lain yang sah sesuai peraturan yang berlaku. Juga jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan. 

Artinya, pengabdian kepada masyarakat tidak harus berarti mengabaikan kesejahteraan diri sendiri dan keluarga.

Bagi orang yang memiliki kemampuan memimpin, kesempatan ini bisa menjadi jalan untuk mengembangkan kapasitas sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas.

Jadi, kalau ada yang bertanya apakah menjadi kepala desa itu menguntungkan, jawabannya: ada keuntungan yang bisa diperoleh, baik secara ekonomi, sosial, maupun kepuasan pribadi.

Tetapi, tentu saja, ada syaratnya: jabatan itu harus dijalankan dengan benar.

Punya Kekuasaan, tetapi Tidak Bisa Berbuat Sesuka Hati

Di sinilah persoalannya.

Kepala desa memang memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa. Namun, kewenangan itu bukan cek kosong untuk melakukan apa saja.

Pengelolaan keuangan desa harus mengikuti aturan. Pengadaan barang dan jasa harus dilaksanakan sesuai ketentuan. Pelayanan administrasi harus memiliki dasar yang benar. Keputusan pemerintahan harus dapat dipertanggungjawabkan.

Kepala desa juga tidak bisa sembarangan menggunakan anggaran hanya karena merasa program tertentu dibutuhkan masyarakat.

Ada perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pengawasan, dan pertanggungjawaban yang harus dipenuhi.

Kesalahan administrasi dapat menimbulkan persoalan. Apalagi jika terdapat penyalahgunaan kewenangan atau kerugian keuangan negara.

Karena itu, menjadi kepala desa membutuhkan keberanian sekaligus kecermatan.

Berani mengambil keputusan, tetapi memahami batas kewenangan. Berani membuat terobosan, tetapi tetap berpegang pada regulasi.

Jabatan ini bukan untuk orang yang hanya ingin berkuasa. Ia membutuhkan orang yang bersedia belajar dan mempertanggungjawabkan setiap keputusan.

Ketika Semua Persoalan Bermuara ke Kepala Desa

Ketika Semua  Persoalan Bermuara ke Kepala Desa

Ada satu hal yang sering tidak masuk dalam hitungan orang yang ingin menjadi kepala desa: tekanan sosial.

Ketika jalan rusak, kepala desa ditanya. Ketika bantuan sosial tidak turun, kepala desa didatangi. Ketika pupuk sulit diperoleh, irigasi bermasalah, atau warga membutuhkan pekerjaan, kepala desa sering menjadi tempat pertama untuk mengadu.

Padahal, tidak semua persoalan berada dalam kewenangan pemerintah desa.

Tidak semua program dapat dibiayai dengan APB Desa. Tidak semua bantuan ditentukan oleh kepala desa. Tidak semua persoalan bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan anggaran yang tersedia.

Namun, masyarakat tidak selalu melihat batas-batas tersebut.

Akibatnya, kepala desa sering menghadapi kesenjangan antara harapan warga dan kemampuan pemerintah desa.

Ketika berhasil, belum tentu semua orang memberikan apresiasi. Ketika gagal memenuhi harapan, kritik bisa datang dari berbagai arah.

Belum lagi persoalan hubungan sosial. Kepala desa harus berhadapan dengan tetangga, teman, kerabat, pendukung, bahkan orang yang dahulu menjadi lawan politiknya.

Keputusan yang benar menurut aturan belum tentu menyenangkan semua pihak.

Memberikan bantuan kepada warga yang memenuhi kriteria bisa membuat warga lain kecewa. Memprioritaskan pembangunan di satu wilayah bisa menimbulkan pertanyaan dari wilayah lain.

Menjadi kepala desa, dengan demikian, bukan hanya pekerjaan administratif. Ia juga pekerjaan mengelola ekspektasi, menjaga hubungan sosial, dan menghadapi perbedaan kepentingan.

Waktu untuk Keluarga Bisa Terkorbankan

Bagi sebagian orang, menjadi kepala desa mungkin terlihat seperti pekerjaan dengan jam kerja yang biasa.

Kenyataannya tidak selalu demikian.

Persoalan warga bisa datang malam hari. Undangan kegiatan muncul pada hari libur. Rapat dapat berlangsung hingga larut malam. Ketika terjadi keadaan darurat, kepala desa dituntut segera mengambil tindakan sesuai kewenangannya.

Tidak jarang, urusan pekerjaan terbawa sampai ke rumah.

Waktu bersama keluarga berkurang. Kesempatan beristirahat terganggu. Bahkan, persoalan pemerintahan dapat menjadi beban pikiran ketika jam kerja sudah berakhir.

Ini adalah biaya pribadi yang tidak selalu terlihat dalam perhitungan penghasilan seorang kepala desa.

Karena itu, orang yang ingin maju perlu bertanya kepada dirinya sendiri: apakah saya siap membagi waktu, tenaga, dan perhatian untuk kepentingan masyarakat?

Sebab, menjadi kepala desa bukan sekadar mendapatkan jabatan. Ada kehidupan pribadi yang harus disesuaikan dengan tanggung jawab tersebut.

Risiko Hukum: Jangan Takut, tetapi Jangan Ceroboh

Risiko hukum merupakan salah satu pertimbangan paling serius dalam jabatan kepala desa.

Pengelolaan dana publik menuntut ketelitian. Dokumen harus tertib. Keputusan harus memiliki dasar. Setiap penggunaan anggaran harus sesuai peruntukan dan prosedur.

Persoalan bisa muncul ketika administrasi diabaikan, kewenangan dilampaui, atau prosedur tidak dijalankan sebagaimana mestinya.

Namun, bukan berarti setiap kesalahan administratif otomatis merupakan tindak pidana. Penilaian hukum harus memperhatikan fakta, kewenangan, unsur pelanggaran, dan ketentuan yang berlaku.

Yang jelas, kepala desa perlu memahami regulasi dan membangun sistem kerja yang baik.

Jangan sampai niat baik dijadikan alasan untuk mengabaikan aturan. Sebaliknya, jangan pula ketakutan terhadap risiko hukum membuat kepala desa enggan mengambil keputusan yang sah dan diperlukan masyarakat.

Kepala desa membutuhkan keberanian yang disertai pengetahuan, bukan keberanian yang berjalan tanpa perhitungan.

Jadi, Lebih Banyak Untung atau Ruginya? 

Jawabannya bergantung pada tujuan, kemampuan, dan cara seseorang menjalankan jabatan.

Bagi orang yang hanya mengejar kehormatan, kekuasaan, atau penghasilan, menjadi kepala desa bisa berakhir sebagai kekecewaan. Sebab, jabatan ini membawa tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada sekadar gelar sosial.

Namun, bagi orang yang ingin membangun desa, memiliki kemampuan memimpin, dan bersedia bekerja secara profesional, jabatan ini menawarkan kesempatan yang sangat berarti.

Ia bisa menjadi ruang untuk memperbaiki pelayanan, menggerakkan ekonomi, membangun infrastruktur, memperjuangkan kebutuhan masyarakat, dan menciptakan perubahan yang bertahan lama.

Tentu, tidak semua persoalan dapat diselesaikan dalam satu periode. Keterbatasan anggaran, regulasi, dan kondisi sosial akan selalu menjadi tantangan.

Tetapi, justru di situlah kemampuan seorang pemimpin diuji: bukan ketika semua keadaan mendukung, melainkan ketika ia harus mencari solusi di tengah berbagai keterbatasan.

Menjadi kepala desa bukan pekerjaan tanpa risiko. Namun, tidak ada pula jaminan bahwa menghindari jabatan ini berarti terbebas dari tanggung jawab sosial.

Setiap orang memiliki cara sendiri untuk mengabdi. Salah satunya adalah dengan bersedia memimpin.

Jangan Hanya Mengkritik, Beranilah Berkompetisi

Menjelang Pilkades Serentak, masyarakat membutuhkan lebih banyak calon yang memiliki integritas, kapasitas, dan gagasan.

Anak muda yang memahami teknologi. Petani yang mengerti persoalan pertanian. Pengusaha yang mampu mengembangkan ekonomi. Aktivis sosial yang memahami kebutuhan warga. Tokoh masyarakat yang memiliki rekam jejak baik.

Mereka semua patut mempertimbangkan kesempatan untuk maju, sepanjang memenuhi persyaratan yang ditentukan peraturan perundang-undangan.

Jangan sampai calon-calon berkualitas mundur hanya karena takut kalah atau khawatir menghadapi beratnya tanggung jawab.

Sebaliknya, jangan pula maju hanya karena merasa populer atau memiliki banyak pendukung.

Pilkades bukan sekadar kontes popularitas. Ia adalah proses memilih orang yang akan memimpin pemerintahan desa dan mengambil keputusan penting bagi masyarakat.

Maka, siapkan gagasan, pelajari regulasi, pahami persoalan desa, dan susun program yang realistis.

Jika merasa mampu memimpin dengan lebih baik, mengapa tidak mencoba?

Kalah dalam kompetisi yang jujur bukanlah kehinaan. Yang lebih penting adalah keberanian menawarkan alternatif dan kesediaan menghormati pilihan masyarakat.

Tentu, persaingan harus berlangsung secara sehat, tanpa intimidasi, fitnah, atau praktik lain yang merusak demokrasi desa.

Ayo Ramai-Ramai Daftar Kades! 

Ajakan ini bukan berarti setiap orang harus menjadi kepala desa. Bukan pula ajakan untuk berebut jabatan demi kepentingan pribadi.

Ini adalah ajakan agar lebih banyak orang yang memiliki kemampuan dan niat baik bersedia terlibat dalam pemerintahan desa.

Jangan biarkan demokrasi desa hanya menjadi urusan segelintir orang. Jangan pula membiarkan jabatan kepala desa dipandang sebagai sesuatu yang terlalu menakutkan untuk dipertimbangkan.

Memang, ada penghasilan dan kehormatan. Tetapi ada pula beban, pengorbanan, dan risiko.

Ada kesempatan untuk membangun desa. Tetapi ada pula kewajiban mempertanggungjawabkan setiap keputusan.

Ada peluang untuk dikenang karena prestasi. Tetapi ada pula kemungkinan dikritik ketika kebijakan tidak sesuai harapan.

Semua itu harus dihitung secara jujur sebelum seseorang memutuskan untuk maju.

Pada akhirnya, jabatan kepala desa bukan semata-mata soal siapa yang menang dalam Pilkades. Persoalan yang lebih penting adalah siapa yang bersedia bekerja, siapa yang memiliki kemampuan, dan siapa yang dapat dipercaya untuk mengelola amanah masyarakat.

Jadi, bagi Anda yang merasa memiliki gagasan, kemampuan, integritas, dan keberanian untuk membangun desa, jangan hanya menjadi penonton. Pertimbangkan untuk maju.

Ayo ramai-ramai daftar Kades!

Bukan untuk sekadar mendapatkan jabatan, melainkan untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada masyarakat dan membuka peluang lahirnya kepemimpinan desa yang lebih baik.

Sebab, desa yang maju membutuhkan pemimpin yang berkualitas. Dan pemimpin berkualitas tidak selalu lahir dari orang-orang yang sejak awal paling percaya diri untuk maju.

Terkadang, mereka hanya perlu satu dorongan untuk mengambil langkah pertama.

Jabatan kepala desa memang berat. Tetapi jika orang-orang yang mampu selalu mundur karena takut, siapa yang akan mengambil tanggung jawab untuk membangun desa?

Kirim Komentar

Nama
No. Hp
E-mail
Isi Komentar

Komentar Facebook

Aparatur Desa

DWINANTO, S.E.

DWINANTO, S.E.

Kepala Desa Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
SYAMSUDIN, S.Pd.I

SYAMSUDIN, S.Pd.I

Sekretaris Kepala Desa Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
SUYANTO

SUYANTO

Kaur Tata Usaha dan Umum Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
UTAMI HIKMAH

UTAMI HIKMAH

Kaur Keuangan Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
HENDRO TRIYANTORO, A.Md.

HENDRO TRIYANTORO, A.Md.

Kasi Pemerintahan Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
SYAIFULLOH

SYAIFULLOH

Kasi Kesejahteraan Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
KARTIKA, A.Md.

KARTIKA, A.Md.

Kaur Perencanaan Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
KASMINTO

KASMINTO

Kadus I Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
NGATIJO

NGATIJO

Kadus II Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
MUSTANGIN

MUSTANGIN

Kadus III Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
ARIYANI

ARIYANI

Kadus V Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
KUKUH WIDODO

KUKUH WIDODO

Kadus VI Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
SISWANTO

SISWANTO

Kasi Pelayanan Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
EKO BUDI SANTOSO, A.Md.

EKO BUDI SANTOSO, A.Md.

Kadus IV Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
HENDRO PRABOWO

HENDRO PRABOWO

Kader Digital Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
RAHAYU WIDAYANTI

RAHAYU WIDAYANTI

Admin Desa Krandegan

Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Selamat datang di Desa Krandegan, Desa cerdas yang membangun masa depan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi kepada masyarakat melalui teknologi dan inovasi.

Identitas Desa :

Kode Desa:3306082007
Kode Kecamatan:330608
Kode Kabupaten:3306
Kode Provinsi:33
DWINANTO, S.E.

Kepala Desa

SYAMSUDIN, S.Pd.I

Sekretaris Kepala Desa

SUYANTO

Kaur Tata Usaha dan Umum

UTAMI HIKMAH

Kaur Keuangan

HENDRO TRIYANTORO, A.Md.

Kasi Pemerintahan

SYAIFULLOH

Kasi Kesejahteraan

KARTIKA, A.Md.

Kaur Perencanaan

KASMINTO

Kadus I

NGATIJO

Kadus II

MUSTANGIN

Kadus III

ARIYANI

Kadus V

KUKUH WIDODO

Kadus VI

SISWANTO

Kasi Pelayanan

EKO BUDI SANTOSO, A.Md.

Kadus IV

HENDRO PRABOWO

Kader Digital

RAHAYU WIDAYANTI

Admin Desa

Aparatur Desa

statistik
penduduk

Desa Krandegan
Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

1473

Laki-laki

1528

Perempuan

3001

TOTAL

Laki-laki : 1473 ORANG

Perempuan : 1528 ORANG

TOTAL : 3001 ORANG

Layanan

Mandiri

Hubungi Perangkat Desa Untuk mendapatkan PIN

Transparansi Pengelolaan

APB

Anggaran Pendapatan Belanja

APBDesa

Jam Kerja

Hari Mulai Selesai
Senin 08:00:00 16:00:00
Selasa 08:00:00 16:00:00
Rabu 08:00:00 16:00:00
Kamis 08:00:00 16:00:00
Jumat 08:00:00 16:00:00
Sabtu Libur
Minggu Libur

Pemerintah Desa

Krandegan

Kantor : RT 01 RW 02, Krandegan, Bayan, Purworejo
Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo

Login Admin
Sekilas Info
Ganti Warna
Ke Atas Halaman