Jam Kerja
| Hari | Mulai | Selesai |
|---|---|---|
| Senin | 08:00:00 | 16:00:00 |
| Selasa | 08:00:00 | 16:00:00 |
| Rabu | 08:00:00 | 16:00:00 |
| Kamis | 08:00:00 | 16:00:00 |
| Jumat | 08:00:00 | 14:30:00 |
| Sabtu | Libur | |
| Minggu | Libur | |
Info
Nama tercantum, data lengkap, tetapi bantuan sosial (bansos) tak kunjung diterima. Situasi ini kerap memunculkan tanda tanya, bahkan keluhan di tengah masyarakat desa.
Padahal, penyaluran bantuan sosial tidak semata ditentukan oleh ada atau tidaknya nama dalam data. Pemerintah menetapkan serangkaian kriteria dan verifikasi ketat agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang paling membutuhkan, sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Bansos Bukan Hak Tetap
Pemerintah melalui Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor 190/HUK/2025 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Sosial Nomor 79/HUK/2025 menegaskan bahwa bantuan sosial diberikan berdasarkan peringkat kesejahteraan keluarga, bukan sebagai hak yang melekat selamanya.
Artinya, warga yang sebelumnya menerima bantuan dapat dinyatakan tidak layak apabila kondisi sosial, ekonomi, atau status administrasinya berubah. Kebijakan ini diterapkan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak salah penerima.
Alasan Bantuan Tidak Disalurkan
Dalam regulasi tersebut, bantuan sosial tidak disalurkan atau dapat dihentikan apabila penerima memenuhi salah satu kondisi berikut.
Pertama, alamat penerima tidak ditemukan atau tidak sesuai dengan data kependudukan. Kondisi ini sering terjadi akibat pindah domisili tanpa melapor atau data administrasi yang belum diperbarui.
Kedua, individu tidak ditemukan saat verifikasi lapangan. Verifikasi faktual menjadi tahap krusial sebelum bantuan disalurkan.
Ketiga, penerima telah meninggal dunia. Bantuan sosial tidak dapat dialihkan kepada ahli waris tanpa proses pembaruan data resmi.
Keempat, penerima memiliki pekerjaan sebagai aparatur negara, seperti aparatur sipil negara, anggota TNI, Polri, pegawai BUMN/BUMD, atau pejabat negara. Negara menilai kelompok ini telah memiliki penghasilan tetap.
Kelima, anggota keluarga aparatur negara juga termasuk dalam kategori tidak layak menerima bantuan sosial.
Keenam, penerima berstatus sebagai sumber daya manusia kesejahteraan sosial, seperti pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), pendamping rehabilitasi sosial, atau Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), termasuk anggota keluarganya. Ketentuan ini dibuat untuk mencegah konflik kepentingan.
Ketujuh, individu yang memiliki pekerjaan sebagai eksekutif perusahaan dinilai tidak termasuk kelompok rentan atau miskin.
Kedelapan, penerima terdaftar sebagai tenaga kesehatan atau tenaga medis yang bekerja di fasilitas kesehatan.
Kesembilan, penerima atau anggota keluarganya terlibat dalam praktik perjudian, baik daring maupun konvensional, yang secara tegas dinyatakan tidak layak menerima bantuan sosial.
Peran Strategis Pemerintah Desa
Di tengah dinamika kebijakan ini, pemerintah desa memegang peran penting. Desa menjadi ujung tombak dalam pemutakhiran data, verifikasi lapangan, serta pemberian penjelasan kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Kepala desa dan perangkat desa juga berperan menjembatani komunikasi antara warga dan pemerintah, sekaligus memastikan bahwa perubahan data dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Dengan regulasi yang semakin selektif, bantuan sosial diharapkan benar-benar menjangkau warga yang paling membutuhkan. Penghentian bantuan bukan bentuk pengabaian, melainkan bagian dari upaya negara menyalurkan bantuan secara adil dan tepat sasaran.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan perubahan kondisi sosial, ekonomi, dan administrasi kependudukan, agar tidak mengalami kendala dalam penyaluran bantuan sosial ke depan.
Hubungi Aparatur Desa Untuk mendapatkan PIN
Total Populasi Desa Krandegan
1483 1483
1550 3033
3033 0
3033
TOTAL : 3033 ORANG
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
| Alamat | : | Desa Krandegan RT 01 RW 02 |
| Desa | : | Krandegan |
| Kecamatan | : | Bayan |
| Kabupaten | : | Purworejo |
| Kodepos | : | 54224 |
| Anggaran | : | Rp -519.429.177,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 68.892.191,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 220.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 902.570.000,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 43.126.900,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 409.145.400,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 300.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 260.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 1.000.000,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 1.014.472.714,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 109.514.700,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 254.967.900,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 302.750.000,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
| Anggaran | : | Rp 3.600.000,00 |
| Realisasi | : | RP 0,00 |
0%
Zam
05 Januari 2026 12:02:44
Setuju. Kalimat yang terakhir itu penting untuk dijadikan tagline. ...