Manusia menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk mencari harta di dunia. Namun, ketika maut datang, semua harta akan tertinggal kecuali yang telah dijadikan amal kebaikan. Pertanyaannya, bagaimana caranya agar harta yang kita miliki benar-benar bisa “dibawa mati”?
Allah ﷻ mengingatkan bahwa harta dan anak hanyalah ujian, sedangkan yang abadi adalah amal shalih. "Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal kebajikan yang terus-menerus (amal jariyah) adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik untuk menjadi harapan. "(QS. Al-Kahfi: 46)
Ayat ini menegaskan bahwa harta akan bermanfaat di akhirat jika dijadikan sarana untuk amal yang pahalanya terus mengalir, seperti sedekah jariyah, membangun masjid, atau membantu orang yang membutuhkan.
Rasulullah ﷺ bersabda : "Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya." (HR. Muslim no. 1631).
Hadits ini adalah kunci utama agar harta bisa “dibawa mati” — jadikan harta sebagai sedekah jariyah. Misalnya: membangun sumur untuk masyarakat, mencetak mushaf, atau membiayai pendidikan anak yatim.
Imam al-Ghazali رحمه الله berkata : "Harta itu seperti ular, di dalamnya ada racun dan ada obat. Ambillah yang menjadi obat (untuk akhirat), jangan sampai engkau terkena racunnya." (Ihya’ ‘Ulumuddin, Juz 3)
Maksudnya, harta akan menjadi “racun” jika membuat kita lalai dan sombong, tetapi akan menjadi “obat” jika dijadikan bekal menuju akhirat.
Cara Agar Harta Bisa Dibawa Mati
- Niatkan semua harta untuk ibadah, termasuk nafkah keluarga, jika diniatkan karena Allah, akan menjadi pahala.
- Perbanyak sedekah jariyah, amal yang pahalanya berkesinambungan.
- Gunakan harta untuk menolong sesama, misalnya membebaskan utang orang lain, membantu fakir miskin, atau memberi modal usaha.
- Hindari harta haram karena harta haram akan menjadi beban di akhirat, bukan bekal.
- Berwasiat untuk kebaikan, dengan menyisihkan sebagian harta untuk wakaf dan amal sosial.
Harta yang kita simpan di bank atau lemari akan tertinggal, tetapi harta yang kita “simpankan” di sisi Allah melalui amal shalih akan menemani kita di alam kubur dan akhirat.
Seperti kata pepatah ulama:
"Harta yang sesungguhnya adalah yang engkau kirim ke akhirat, bukan yang engkau tinggalkan di dunia."
Herni Wahyuningsih
15 Agustus 2025 08:50:08
Betul sekali memang harta yg bisa di bawa mati harta yang sudah di sedekahkan/buat amal