| Hari | Mulai | Selesai |
|---|---|---|
| Senin | 08:00:00 | 16:00:00 |
| Selasa | 08:00:00 | 16:00:00 |
| Rabu | 08:00:00 | 16:00:00 |
| Kamis | 08:00:00 | 16:00:00 |
| Jumat | 08:00:00 | 14:30:00 |
| Sabtu | Libur | |
| Minggu | Libur | |
Website Resmi
Desa Krandegan
Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo - Jawa Tengah
DWINANTO | 05 September 2025 | 1.406 Kali dibuka
Artikel
DWINANTO
05 September 2025
1.406 Kali dibuka
Hari ini, 12 Robiul Awal, 1455 tahun silam, lahir manusia termulia di muka bumi. Beliau adalah Rasulullah Muhammad SAW. Salah satu sebab kemuliaan beliau adalah karena keindahan akhlaknya.
Akhlak Rasulullah ﷺ adalah cermin kesempurnaan yang diturunkan Allah untuk menjadi teladan bagi seluruh umat manusia. Beliau bukan hanya seorang nabi, tetapi juga seorang ayah, suami, sahabat, pemimpin, sekaligus manusia yang begitu halus budi pekertinya.
Dari banyak kisah kehidupannya, kita lihat kembali beberapa fragmen indah yang menggambarkan betapa luhur dan agung akhlak beliau. Berikut di antaranya :
- Kasih Sayang kepada Anak-Anak. Dalam banyak riwayat, Rasulullah ﷺ selalu menyapa anak-anak dengan penuh kelembutan. Beliau mencium cucunya Hasan dan Husain di hadapan para sahabat. Ketika ada seorang Arab Badui merasa heran dan berkata, “Aku punya banyak anak tapi tak pernah aku cium satu pun” Rasulullah ﷺ menjawab “Barangsiapa tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi". Sebuah fragmen kecil, tetapi menunjukkan betapa kasih sayang menjadi inti akhlak beliau.
- Kesabaran Menghadapi Ujian. Di Thaif, Rasulullah ﷺ dihina, dilempari batu hingga tubuhnya terluka, namun beliau tetap berdoa, bukan untuk kebinasaan mereka, melainkan agar kelak lahir generasi yang beriman. Doa beliau: “Ya Allah, ampunilah kaumku, karena mereka tidak mengetahui.” Inilah fragmen kesabaran yang luar biasa—saat disakiti, beliau membalas dengan doa kebaikan.
- Rendah Hati sebagai Pemimpin. Walau menjadi pemimpin negara dan utusan Allah, Rasulullah ﷺ tidak pernah menuntut perlakuan istimewa. Beliau makan bersama para sahabat dengan duduk di tanah, menjahit sandalnya yang sobek, dan membantu pekerjaan rumah tangga. Dalam sebuah riwayat, seorang wanita bertanya, “Apa yang Rasulullah lakukan di rumahnya?” Aisyah menjawab, “Beliau membantu pekerjaan keluarganya, lalu jika tiba waktu shalat, beliau keluar untuk shalat.” Rendah hati dan jauh dari kesombongan.
- Pemaaf yang Tulus. Ketika beliau berhasil menaklukkan Makkah, orang-orang Quraisy yang dahulu menyiksa, mengusir, dan memerangi beliau berdiri ketakutan. Namun Rasulullah ﷺ hanya berkata, “Pergilah, kalian bebas.” Tidak ada balas dendam, tidak ada amarah, hanya maaf yang tulus. Inilah puncak akhlak seorang pemimpin yang menang dengan kasih sayang.
- Kepedulian pada Sesama. Rasulullah ﷺ selalu peduli pada kaum fakir miskin. Beliau sering kelaparan karena lebih memilih memberikan makanan kepada orang lain. Pernah suatu hari, ketika keluarganya tidak punya makanan, beliau tetap mengutamakan seorang tamu agar kenyang, sementara beliau dan keluarganya menahan lapar. Fragmen ini memperlihatkan akhlak pengorbanan dan kepedulian yang mendalam.
- Keteladanan dalam Perkataan. Setiap kata yang keluar dari lisan Rasulullah ﷺ penuh hikmah. Beliau tidak pernah berkata kasar, tidak pernah mencela, dan selalu memilih kata yang lembut. Bahkan saat menasihati, beliau tidak menggurui, melainkan menggunakan bahasa yang menyentuh hati.
- Menyambut Tetangga dengan Ramah. Suatu hari, Rasulullah ﷺ mendapat hadiah daging kambing. Alih-alih disimpan untuk keluarganya, beliau bertanya, “Apakah sudah dibagikan kepada tetangga kita, si Fulan?” Beliau selalu mengingatkan bahwa tidak beriman seseorang yang kenyang sementara tetangganya kelaparan. Fragmen ini menunjukkan betapa besar kepedulian beliau terhadap lingkungan sekitar.
- Menghargai Orang Lain. Ketika duduk bersama para sahabat, Rasulullah ﷺ tidak pernah memotong pembicaraan. Beliau mendengarkan dengan penuh perhatian, seolah-olah yang berbicara adalah orang terpenting. Bahkan musuh yang datang berdebat pun beliau sambut dengan wajah tenang, tanpa membentak. Akhlak ini membuat banyak hati keras akhirnya luluh dan beriman.
- Sikap Adil dalam Keputusan. Ada seorang wanita bangsawan dari Bani Makhzum yang mencuri. Kaumnya ingin agar hukuman potong tangan tidak dijalankan karena statusnya. Rasulullah ﷺ dengan tegas berkata: “Seandainya Fatimah, putri Muhammad, mencuri, niscaya akan aku potong tangannya.” Beliau menunjukkan bahwa hukum Allah tidak pandang bulu—adil tanpa memihak.
- Menahan Amarah. Seorang Badui pernah menarik kain Rasulullah ﷺ hingga meninggalkan bekas merah di lehernya, lalu berkata kasar, “Berikan aku harta dari Allah yang ada padamu!” Para sahabat marah, namun Rasulullah ﷺ tersenyum, lalu memerintahkan agar orang itu diberi bagian. Fragmen ini memperlihatkan betapa beliau mampu menahan amarah dan membalas keburukan dengan kelembutan.
- Kasih Sayang pada Hewan. Rasulullah ﷺ pernah menegur sahabat yang mengambil anak burung dari induknya, hingga burung itu berputar-putar gelisah. Beliau berkata, “Siapa yang membuat burung ini sedih karena anaknya? Kembalikan anak-anaknya.” Bahkan seekor hewan pun mendapat kasih sayang beliau, karena rahmatnya meliputi seluruh alam.
- Kesetiaan kepada Sahabat. Ketika sahabat-sahabat beliau wafat, Rasulullah ﷺ sering mendoakan dan menziarahi makam mereka. Beliau tidak pernah melupakan jasa para sahabat. Bahkan terhadap Khadijah r.a., istri tercinta yang lebih dulu wafat, Rasulullah ﷺ kerap menyebut-nyebut namanya, memuliakan sahabat-sahabat Khadijah, dan membagikan hadiah kepada mereka sebagai bentuk kesetiaan.
Fragmen-fragmen kehidupan Rasulullah ﷺ di atas hanyalah sedikit dari lautan akhlak beliau yang tiada tara. Allah sendiri menegaskan dalam Al-Qur’an: “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4).
Semoga kita mampu meneladani akhlak beliau—penuh kasih sayang, sabar, rendah hati, pemaaf, peduli, dan santun—sehingga hidup kita pun bercahaya sebagaimana cahaya Rasulullah ﷺ yang menjadi rahmat bagi seluruh alam.
Kirim Komentar
Komentar Facebook
Statistik Desa
Populasi
1482
Populasi
1548
Populasi
0
Populasi
3030
1482
LAKI-LAKI
1548
PEREMPUAN
0
BELUM MENGISI
3030
TOTAL
Aparatur Desa
Kepala Desa
DWINANTO, S.E.
Sekretaris Desa
SYAMSUDIN, S.Pd.I
Kaur Tata Usaha dan Umum
SUYANTO
Kaur Keuangan
UTAMI HIKMAH
Kasi Pemerintahan
HENDRO TRIYANTORO, A.Md.
Kasi Kesejahteraan
SYAIFULLOH
Kaur Perencanaan
KARTIKA, A.Md.
Kadus I
KASMINTO
Kadus II
NGATIJO
Kadus III
MUSTANGIN
Kadus V
ARIYANI
Kadus VI
KUKUH WIDODO
Kasi Pelayanan
SISWANTO
Kadus IV
EKO BUDI SANTOSO, A.Md.
Kader Digital
HENDRO PRABOWO
Admin Desa
RAHAYU WIDAYANTI
Desa Krandegan
Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah
Hubungi Perangkat Desa untuk mendapatkan PIN
Masuk
Galeri Video
Arsip Artikel
233.005 Kali dibuka
Memahami Arti Desil yang Menjadi Dasar Pemberian Bansos...
52.831 Kali dibuka
Begini Aturan Peminjaman Dana dari Koperasi Merah Putih ke Bank...
43.529 Kali dibuka
Segini Besaran Rata-Rata Dana Desa di Tahun 2026, di Luar Anggaran...
39.637 Kali dibuka
Mengenal Lebih Dekat KH Thoifur Mawardi, Ulama Kharismatik Asal...
32.131 Kali dibuka
Begini Perkiraan Skema Pendanaan Koperasi Merah Putih Setelah...
08 April 2026
Tanggung Jawab Desa dalam Pembangunan KDMP...
02 April 2026
Dana KDMP: Masuk APBDes, Tapi Tak Masuk Rekening Kas Desa...
01 April 2026
Bukan Hibah, Dana Pembangunan KDMP Ternyata Pinjaman...
26 Maret 2026
Deadline di Depan Mata, 52.201 KDKMP Belum Melakukan RAT...
26 Maret 2026
Urutan Besaran Anggaran Lembaga Negara 2026: BGN Nomor Satu...
Agenda
Belum ada agenda terdata
Komentar
Statistik Pengunjung
| Hari ini | : | 8.064 |
| Kemarin | : | 8.559 |
| Total | : | 2.431.826 |
| Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
| IP Address | : | |
| Browser | : | Tidak ditemukan |

Komentar yang terbit pada artikel "Melihat Kembali Kemuliaan Akhlak Sang Manusia Agung yang Lahir 1455 Tahun Silam"