Hari | Mulai | Selesai |
---|---|---|
Senin | 08:00:00 | 16:00:00 |
Selasa | 08:00:00 | 16:00:00 |
Rabu | 08:00:00 | 16:00:00 |
Kamis | 08:00:00 | 16:00:00 |
Jumat | 08:00:00 | 14:30:00 |
Sabtu | Libur | |
Minggu | Libur |

Website Resmi
Desa Krandegan
Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo - Jawa Tengah
DWINANTO | 21 Agustus 2025 | 209 Kali dibuka

Artikel
DWINANTO
21 Agustus 2025
209 Kali dibuka
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) adalah salah satu program unggulan Presiden Prabowo. Presiden ingin KDMP menjadi salah satu instrumen penting pembangunan ekonomi masyarakat desa. Dengan asas kebersamaan dan gotong royong, KDMP diharapkan mampu menjadi wadah bagi warga untuk meningkatkan taraf hidup secara kolektif.
Namun, sejak dilaunching besar-besaran oleh Presiden pada hari Senin, 21 Juli 2025 lalu di Klaten, sampai saat ini perkembangannya sangat lambat. Dari 80 ribu lebih KDMP yang dilaunching kelembagaannya saat itu, baru sedikit sekali yang sudah berjalan operasionalnya.
Di Kabupaten Purworejo yang memiliki 469 desa yang tersebar di 16 kecamatan pun, sampai saat ini belum ada KDMP yang benar- benar sudah berjalan. Mayoritas masih saling menunggu, meskipun ada sebagian di antaranya yang sudah mulai menggalang modal melalui simpanan anggota.
Berdasarkan data yang dikumpulkan di lapangan dari hasil diskusi dengan para Kepala Desa dan Pengurus KDMP, setidaknya didapati beberapa kendala dan tantangan sebagai berikut :
Permodalan yang Terbatas
Modal adalah darah kehidupan sebuah koperasi. Keterbatasan modal sering menjadi penghambat koperasi untuk memperluas usaha. Selama ini, mayoritas koperasi hanya mengandalkan iuran anggota atau simpanan pokok yang jumlahnya terbatas, tanpa diversifikasi sumber dana lain.
Untuk mengatasi permasalahan itu, sebenarnya Pemerintah berencana memberikan dana pinjaman ke KDMP dengan bunga 6 persen per tahun. Akan tetapi, skema ini juga masih menimbulkan tantangan sebagai berikut :
- Akses terbatas ke perbankan, karena persyaratan agunan atau syarat administratif yang rumit, termasuk cek SLIK OJK bagi pengurus dan pengawas
- Tingkat keuntungan usaha yang harus terpotong oleh bunga pinjaman.
- Minimnya investor sosial yang mau menanamkan dana dengan prinsip sosial atau kekeluargaan.
- Risiko macetnya simpan pinjam, yang dapat menggerus modal koperasi.
- Beban moral dan mental bagi pengurus ketika KDMP gagal dalam menjalankan usaha dan tidak bisa mengangsur pinjaman ke bank. Dalam kondisi demikian, dana desa akan dipotong untuk menutup angsuran. Dampaknya, bisa jadi anggaran yang tadinya untuk alokasi kegiatan lain, akhirnya dipindah alokasi untuk menutup angsuran KDMP.
Tanpa modal yang kuat, koperasi akan sulit mengembangkan unit usaha baru atau memperluas jaringan pelayanan.
Kualitas dan Profesionalisme SDM
Pengurus koperasi sering kali bekerja dengan semangat kebersamaan, namun kurang dibekali keterampilan manajerial yang mumpuni. Banyak pengurus yang belum terlatih dalam:
- Akuntansi dan laporan keuangan modern.
- Manajemen usaha dan pemasaran.
- Penggunaan teknologi informasi.
Tantangan terbesar adalah bagaimana meningkatkan kompetensi pengurus tanpa meninggalkan jati diri KDMP sebagai wadah kebersamaan warga desa. Di desa, tidak mudah mencari SDM yang handal, dan siap bekerja maksimal dengan penghasilan yang pas-pasan atau bahkan tidak menentu.
Persaingan dengan Lembaga Ekonomi Lain
KDMP tidak bergerak sendirian. Di pasar, ada banyak pesaing yang lebih kuat secara modal maupun teknologi serta sumber daya manusianya, seperti:
- BUMDes yang kini mendapat sokongan dana desa.
- UMKM mandiri yang fleksibel dan inovatif.
- Perusahaan swasta yang masuk ke desa dengan sistem distribusi modern.
Jika koperasi tidak mampu menawarkan keunggulan kompetitif (misalnya harga lebih murah, pelayanan lebih dekat, atau produk yang sesuai kebutuhan anggota), maka koperasi berisiko kehilangan pasar.
Demikian juga harus ada perlakuan khusus untuk program khusus ini. Misalkan soal penjualan barang-barang subsidi semacam gas dan pupuk. Demikian juga, rencana menggandengn BUMN semacam PT POS atau Bulog dan lainnya. Jika tidak ada perlakuan khusus dan KDMP harus bersaing sebagaimana entitas bisnis biasa, tampaknya akan sangat sulit untuk bisa mengasai dan memenangkan persaingan di pasar.
Menjaga Partisipasi Anggota
Kekuatan koperasi ada pada anggotanya. Namun, fakta di lapangan sering menunjukkan menurunnya partisipasi anggota. Banyak anggota yang hanya aktif saat membutuhkan pinjaman, tetapi pasif dalam rapat anggota atau kegiatan lain. Demikian juga soal keaktifan membayar simpanan.
Tantangan yang dihadapi KDMP kaitan keanggotaan :
- Menumbuhkan rasa memiliki terhadap koperasi.
- Kesadaran untuk membayar iuran pokok, iuran wajib, dan sukarela sebagai modal koperasi.
- Mendorong kesadaran menabung di koperasi, bukan hanya meminjam.
- Meningkatkan keterlibatan generasi muda, yang cenderung lebih individualis dan sibuk dengan dunia digital.
Tanpa partisipasi aktif, koperasi hanya akan menjadi wadah formalitas.
Transparansi, Akuntabilitas, dan Kepercayaan Publik
Kepercayaan adalah modal sosial KDMP. Kasus-kasus penyalahgunaan dana, laporan keuangan yang tidak jelas, hingga konflik internal dapat menghancurkan citra KDMP itu sendiri. Tantangan besar bagi KDMP adalah :
- Membangun sistem pelaporan keuangan yang transparan.
- Menjalin komunikasi rutin dengan anggota agar tidak ada kesalahpahaman.
- Membuka ruang audit independen untuk menjaga integritas koperasi.
- Tanpa kepercayaan, anggota tidak akan mau menabung atau berinvestasi di koperasi.
Adaptasi terhadap Perubahan Sosial dan Ekonomi
Masyarakat desa kini tidak sama dengan sepuluh tahun lalu. Urbanisasi, peningkatan pendidikan, serta akses informasi membuat kebutuhan dan gaya hidup masyarakat berubah. Dahulu koperasi fokus pada sembako dan simpan pinjam. Kini, warga desa juga membutuhkan layanan digital, produk kreatif, jasa pertanian modern, bahkan asuransi.
Jika koperasi tidak adaptif, maka akan dianggap ketinggalan zaman dan tidak relevan dengan kebutuhan warga.
Regulasi dan Birokrasi
Tantangan lain yang tak kalah penting adalah soal regulasi. Seringkali koperasi terbentur aturan yang tumpang tindih, birokrasi yang panjang, atau kurangnya pendampingan dari pemerintah. Akibatnya, koperasi kesulitan dalam mengembangkan unit usaha secara lebih luas.
Transformasi Digital yang Tidak Bisa Dihindari
Dunia kini bergerak menuju digitalisasi di hampir semua lini, termasuk sektor keuangan dan perdagangan. Koperasi yang masih mengandalkan pencatatan manual dan transaksi konvensional akan kesulitan bersaing dengan lembaga lain seperti bank digital, fintech, maupun marketplace online.
Tantangan utamanya adalah:
- Kesiapan infrastruktur digital di desa, seperti jaringan internet yang stabil.
- Keterampilan SDM koperasi untuk mengoperasikan aplikasi digital.
- Perubahan pola pikir anggota, dari sistem tradisional menuju layanan berbasis teknologi.
Jika koperasi tidak segera beradaptasi, maka akan ditinggalkan oleh anggota yang lebih memilih layanan cepat dan praktis berbasis aplikasi.
Generasi Muda dan Regenerasi Kepengurusan
Salah satu tantangan ke depan adalah bagaimana melibatkan generasi muda dalam KDMP. Banyak anak muda desa lebih tertarik pada dunia startup, bisnis online, atau bekerja di kota daripada mengurus koperasi. Padahal, tanpa regenerasi kepemimpinan, koperasi berisiko stagnan bahkan mati suri.
KDMP memiliki peluang besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi desa, asalkan mampu menjawab tantangan-tantangan tersebut dengan tepat. Tantangan di atas sebenarnya bisa menjadi peluang bila dihadapi dengan:
- Inovasi digital dalam layanan koperasi.
- Penguatan modal melalui kerjasama dengan BUMDes, bank, atau program pemerintah.
- Peningkatan kapasitas SDM pengurus dan anggota.
- Transparansi keuangan untuk menjaga kepercayaan publik.
- Keterlibatan generasi muda agar koperasi tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Dengan strategi yang tepat, Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang menjadi koperasi yang modern, mandiri, dan berkelanjutan, sekaligus menjaga semangat gotong royong sebagai jati diri bangsa.
Komentar Facebook
Statistik Desa

Populasi
1483

Populasi
1550

Populasi
0

Populasi
3033
1483
LAKI-LAKI
1550
PEREMPUAN
0
BELUM MENGISI
3033
TOTAL
Aparatur Desa

Kepala Desa
DWINANTO, S.E.

Sekretaris Desa
SYAMSUDIN, S.Pd.I

Kaur Tata Usaha dan Umum
SUYANTO

Kaur Keuangan
UTAMI HIKMAH

Kasi Pemerintahan
HENDRO TRIYANTORO, A.Md.

Kasi Kesejahteraan
SYAIFULLOH

Kaur Perencanaan
KARTIKA, A.Md.

Kadus I
KASMINTO

Kadus II
NGATIJO

Kadus III
MUSTANGIN

Kadus V
ARIYANI

Kadus VI
KUKUH WIDODO

Kasi Pelayanan
SISWANTO

Kadus IV
EKO BUDI SANTOSO, A.Md.

Kader Digital
HENDRO PRABOWO

Admin Desa
RAHAYU WIDAYANTI



Desa Krandegan
Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah
Hubungi Perangkat Desa untuk mendapatkan PIN
Masuk
Arsip Artikel

22.354 Kali dibuka
Mengenal Lebih Dekat KH Thoifur Mawardi, Ulama Kharismatik Asal...

9.695 Kali dibuka
Begini Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2025...

6.551 Kali dibuka
Organisasi Kades dan Perangkat Desa Desak DPR RI Sahkan Revisi...

4.833 Kali dibuka
Simak Jadwal dan Rute Karnaval Pemda Purworejo Tahun Ini...

4.347 Kali dibuka
Berikut Kisi- Kisi Permendes Nomor 10 Tahun 2025 Tentang Koperasi...

29 Agustus 2025
Kondisi-Kondisi Dimana Kita Boleh Marah ...

26 Agustus 2025
Mengenal Apa Itu Microsite, yang Menjadi Syarat Pembiayaan Koperasi...

25 Agustus 2025
Membandingkan BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih ...

24 Agustus 2025
Ayo Cek, Tubuhmu Terlalu Kurus atau Terlalu Gemuk Menurut Standar WHO...
.jpg)
23 Agustus 2025
Daftar Destinasi Wisata Alam di Purworejo yang Layak Kamu Kunjungi...
Agenda

Belum ada agenda terdata
Komentar
Statistik Pengunjung
Hari ini | : | 248 |
Kemarin | : | 2.302 |
Total | : | 336.217 |
Sistem Operasi | : | Unknown Platform |
IP Address | : | 216.73.216.114 |
Browser | : | Mozilla 5.0 |
Kirim Komentar